Oppo Siap Lahirkan Find X2 di 2020

Vendor Oppo memang sempat absen memproduksi penerus seri Find X pada 2019. Namun ditahun ini vendor yang berasal dari China itu akan luncurkan seri Find X2.

Bukan cuma sekadar gosip saja, hal tersebut dinyatakan langsung oleh Vice President dan President of Global Marketing Brian Shen melalui akun Weibo yang dimilikinya.

“Happy New Year to everyone in advance! We should see you next time #FindX2,” tulisnya.

Namun tak hanya Brian yang mengatakan Find X2, Founder and CEO Oppo Chen Mingyong mengungkapkan jika pihaknya akan meluncurkan seri Find X2 ditahun 2020. Tetapi dia tak mengungkap banyak apa saja yang akan diboyong oleh ponsel premium terbarunya.

Diketahui seri Find selalu menyajikan inovasi dalam setiap peluncuran. Oppo Find 5 hadir dengan layar IPS 1080p pertama yang ada di dunia.

Oppo Find X yang mengusung fitur kamera pop-up. Kemudian mereka meluncurkan Oppo Find 7 yang mengusung teknologi baru dalam pengisian baterai dengan cepat yang disebut VOOC. Pada tahun 2018, Oppo meluncurkan seri Find X2.

Ponsel yang satu ini membawa layar tanpa bezel dengan fitur yang mewah serta menawan. Demi mewujudkan keinginan tersebut Oppo menyembunyikan kamera depan serta belakang. Melalui sistem pop-up, kamera akan muncul pada saat akan digunakan.

Oppo seri Find X2 dipastikan membawa teknologi terbaru. Kemungkinan besar kamera untuk selfie berada di dalam layar. Inovasi sudah dipamerkan belum lama ini dalam perhelatan Oppo Inno Day 2019 di Shenzhen,

Find seri X2 bakal mengusung teknologi kamera terbaru. Karena Oppo bermitra dengan Sony mengerjakan solusi 2×2 On-chip Lens untuk kemampuan fokus serta low light.

Apabila mengacu pada bocoran, Find X2 akan diberi fitur spec gahar. Dengan kecepatan memakai Snapdragon 865 yang dibekali X55 yang akan mendukung fungsi dual mode 5G. Layarnya akan memboyong refresh rate tinggi, dan juga pengisan VOOC wireless fast charging.

Apabila produk terdahunya lahir di Paris, kabar yang telah beredar mengatakan seri Find X2 akan diluncurkan pertama kali di Barcelona. Mungkin saja Oppo memilih perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2020 dalam perkenalannya dalam kelas premium itu

Google Meningkatkan Kemampuan Layanan Translate Secara Offline

Google Translate adalah layanan yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna dalam mencari terjemahan bahasa asing ke dalam bahasa yang dimengerti oleh para pengguna. Selain dengan fitur online, perusahaan raksasa mesin pencari ini juga akan menyajikan layanan secara offline. Dilkutip dari Ubergizmo, Google sudah meningkatkan fasilitas serta layanan Translate dalam modus offline. Sekarang mereka sudah meningkatkan terjemahan lebih dari 20 persen untuk bahasa tertentu.

Didalam sebuah postingan di sebuah website, perusahaan Google menuliskan jika terjemahan offline kini menjadi membaik. “Terjemahan dalam bentuk offline menjadi lebih baik : saat ini, sekitar 59 bahasa, terjemahan dalam bentuk offlineialah 12% akurat, dengan bermacam pilihan kata, tata bahasa juga struktur kalimatnya lebih baik. Dalam bahasa seperti Jepang, Korea, Thailand, Polandia, serta Hindi peningkatan kualitas mencapai 20 persen,” tulis perusahaan.
Selain meningkatkan layanan terjemahan dalam bentuk offline, Google pun menambahkan transliterasi skrip tertentu yang kemungkinan kurang sesuai bagi para pengguna.

“Tentu sangat sulit dalam mengatakan dan mengeja untuk bahasa yang ditulis dalam skrip yang tidak Anda kenali. Hal ini untuk membantu Anda dalam kesulitan ini, Translate memberikan transliterasi, yang memberikan ejaan setara alfabet yang biasa Anda pakai,” tambahnya. Google akhir akhir ini mengumumkan mengenai akuisisi Typhoon Studios, tim developer yang berbasis di Montreal. Tim merupakan pengembangan yang mengerjakan game Journey to the Savage Planet

Dalam wawancara dengan Wakil Presiden dan Kepala Stadia Games and Entertainment Jade Raymond menjabarkan mengapa Google melakukan akuisisi ini.

“Mereka sudah membentuk tim AAA, dan tujuan memdapatkan tim adalah bahwa hal  itu memberi kita awal dalam pembuatan sebuah game pendefinisi sistem yang ditunggu,” kata Raymond.

Menurutnya, ini merupakan tim AAA top veteran industri yang memiliki hubungan kerja yang hebat serta mampu mengirimkan sesuatu lebih cepat. Ia menambahkan bahwa tim memiliki banyak ide bagus untuk platform. Lebih lanjut ia mengatakan, ini sangat awal dan tim harus meluangkan waktu untuk memikirkan apa yang ingin mereka lakukan. Tampaknya, tim tidak merilis game dalam waktu dekat, juga ditahun 2020.

Diharapkan tim bisa berkolaborasi dan mendorong layanan Stadia.

“Bukan hanya tim AAA yang berbakat yang mengirimkan beberapa game besar yang sukses, namun ini dikirimkan bersama. Mereka mempunyai dinamika tim, dan mereka siap, ini akan memberi kita langkah awal,” katanya.