Mengenali Apa Itu Yellow Box Junction

Kabar Terbaru

Apabila Anda melewati persimpangan dikawasan lampu merah depan Sarinah Jl. MH. Thamrin di kota Jakarta Pusat, maka akan tampak suatu bujur sangkar dengan warna kuning yang berukuran besar tergambar di permukaaan aspal. Banyak pemakai Jalan yang mempertanyakan fungsi kotak kuning itu.

Gambar Kotak tersebut disebut dengan nama Yellow Box Junction. TMC Ditlantas Polda Metro Jaya mengatakan dalam situs resminya, YBJ adalah marka jalan yang dibuat untuk pencegahan akan terjadi kepadatan lalu lintas di jalur serta mengakibatkan tersendatnya arus kendaraan di jalur lain. Dengan keberadaan YBJ, diharapkan akan berakibat kepadatan lalu lintas di Persimpangan tak terkunci.

Gambar Yellow Box Junction sangat bermanfaat di persimpangan jalan yang arusnya padat, untuk jalan-jalan utama dan pada saat waktu terjadinya puncak kepadatan arus lalu lintas. Banyak Pengendara kendaraan bermotor yang tetap berupaya menerobos lampu lalu lintas, pada saat antrian kendaraan yang berada di depannya belum terpecahkan.

Dengan adanya YBJ ini meskipun lampu traffic light sudah berwana hijau pengguna jalan yang belum memasuki area YBJ harus berhenti pada saat ada kendaraan lain di yang berada dalam YBJ. Mereka baru bisa diperbolehkan maju apabila kendaraan yang berada di dalam YBJ sudah bergerak keluar. Dan untuk pengendara yang tetap memaksakan masuk ke dalam area YBJ, meskipun masih ada kendaraan yang lain berada  di dalamnya, maka akan segera ditindak, ini sama saja dengan pelanggaran marka jalan.

Gambar Yellow Box Junction tentu akan berfungsi dengan maksimal apabila ada kesadaran dari para Pemakai Jalan. Karena kesadaran adalah kunci utama dalam berlalu lintas. Jadi apabila para Pengendara melihat jalur dihadapannya tersendat, alangkah baiknya untuk tidak memaksakan diri masuk ke YBJ meskipun lampu masih hijau. Sehingga pada saat alur lain hijau, tak akan mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas.

Dalam hal ini sudah dijelaskan dalam UU No. 22 Tahun 2009 mengenai Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas serta berhenti di belakang garis stop. Sanksi yang diberikan adalah kurungan selama dua bulan penjara atau denda sebesar Rp 500.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *