Google Meningkatkan Kemampuan Layanan Translate Secara Offline

Google Translate adalah layanan yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna dalam mencari terjemahan bahasa asing ke dalam bahasa yang dimengerti oleh para pengguna. Selain dengan fitur online, perusahaan raksasa mesin pencari ini juga akan menyajikan layanan secara offline. Dilkutip dari Ubergizmo, Google sudah meningkatkan fasilitas serta layanan Translate dalam modus offline. Sekarang mereka sudah meningkatkan terjemahan lebih dari 20 persen untuk bahasa tertentu.

Didalam sebuah postingan di sebuah website, perusahaan Google menuliskan jika terjemahan offline kini menjadi membaik. “Terjemahan dalam bentuk offline menjadi lebih baik : saat ini, sekitar 59 bahasa, terjemahan dalam bentuk offlineialah 12% akurat, dengan bermacam pilihan kata, tata bahasa juga struktur kalimatnya lebih baik. Dalam bahasa seperti Jepang, Korea, Thailand, Polandia, serta Hindi peningkatan kualitas mencapai 20 persen,” tulis perusahaan.
Selain meningkatkan layanan terjemahan dalam bentuk offline, Google pun menambahkan transliterasi skrip tertentu yang kemungkinan kurang sesuai bagi para pengguna.

“Tentu sangat sulit dalam mengatakan dan mengeja untuk bahasa yang ditulis dalam skrip yang tidak Anda kenali. Hal ini untuk membantu Anda dalam kesulitan ini, Translate memberikan transliterasi, yang memberikan ejaan setara alfabet yang biasa Anda pakai,” tambahnya. Google akhir akhir ini mengumumkan mengenai akuisisi Typhoon Studios, tim developer yang berbasis di Montreal. Tim merupakan pengembangan yang mengerjakan game Journey to the Savage Planet

Dalam wawancara dengan Wakil Presiden dan Kepala Stadia Games and Entertainment Jade Raymond menjabarkan mengapa Google melakukan akuisisi ini.

“Mereka sudah membentuk tim AAA, dan tujuan memdapatkan tim adalah bahwa hal  itu memberi kita awal dalam pembuatan sebuah game pendefinisi sistem yang ditunggu,” kata Raymond.

Menurutnya, ini merupakan tim AAA top veteran industri yang memiliki hubungan kerja yang hebat serta mampu mengirimkan sesuatu lebih cepat. Ia menambahkan bahwa tim memiliki banyak ide bagus untuk platform. Lebih lanjut ia mengatakan, ini sangat awal dan tim harus meluangkan waktu untuk memikirkan apa yang ingin mereka lakukan. Tampaknya, tim tidak merilis game dalam waktu dekat, juga ditahun 2020.

Diharapkan tim bisa berkolaborasi dan mendorong layanan Stadia.

“Bukan hanya tim AAA yang berbakat yang mengirimkan beberapa game besar yang sukses, namun ini dikirimkan bersama. Mereka mempunyai dinamika tim, dan mereka siap, ini akan memberi kita langkah awal,” katanya.